Ada banyak bilangan yang dapat memiliki makna, ada pula waktu yang terwakili dalam hitungan angka. Tapi untuk rindu dan kenangan bilangan hanyalah simbol dari yang sudah dan akan menjadi.
Tahun ini pada bilangan 2014 dalam kalender masehi, ada yang berbeda dan tak adil bila hanya disimpan dalam bentuk ingatan. Bagaimanapun manusia pasti akan beranjak tua dan mudah melupa. Ingatan yang menjadi musuh dari lupa menjadi babak cerita yang sayang bila tak dituliskan. Ingatan bisa saja terkikis oleh waktu, tetapi tidak untuk kenangan. Maka 2014 adalah bilangan yang menjadi awal bagi merawat ingatan dan memupuk kenangan.
2014 mengajarkan arti dari keberanian. Mengapa harus keberanian? Karena untuk menulis kita bukan hanya sekedar berkeluh kesah keseharian, dakwah doa di media sosial, atau berbalas pesan di jaringan sosial media. Menulis adalah hal yang sudah dimulai sedari taman kanak-kanak hingga kini. Hingga menulis adalah jalan menuju keabadian, kutipan dari seorang sastrawan yang mengilhami keberanian untuk memulai dari menyusun setiap inci kata, jengkal kalimat, langkah dari paragraf, dan berlarian dalam sebuah tulisan.
Dan di penghujung dua ribu empatbelas ini sedikit banyak harapan, semoga masih bisa menulis apapun bentuknya...
Posting Komentar