Bayangan seperti seorang teman akrab, selalu ada dan tak pernah mengeluh walau kadang kita silau akan sebuah terang. Menceritakan bayangan adalah perkara melihat sisi gelap dan melepaskan waktu untuk menjauh dari keramaian. Dalam keramaian, bayangan akan pudar dan bersembunyi diantara kaki-kaki yang melangkah.

Waktu berlalu terlalu cepat, sepertinya baru kemarin ketika hati begitu gaduh melihat rintik hujan datang. Berteriak dan berlarian dalam deras air yang segera turun, menari kesetanan bersama bocah-bocah lain. Menyusuri sungai keruh dan memasang jaring diantara tepian sungai. Hingga hujan berhenti, panggilan untuk pulang mencari. Dititipkan diantara para dewasa yang ribut dengan lusuh dan basah kuyup si bocah. Dan malam bocah meminta kerelaan seorang ibu untuk sebuah kerokan. Masa kecil dan hujan ibarat dua kekasih yang bertemu dalam kerinduan yang menahun. Bercumbu dalam basah, resah, dan tentu gairah. Tapi, masa kecil belumlah kita meributkan perkara cinta atau kerinduan. Masa kecil hanyalah perkara meminta ijin bermain diantara tugas sekolah dan menunggu serial kartun hari minggu. Sangat sederhana bahagia waktu itu, mencari arti hidup begitu mudah dan indah. Walau kadang basah tangis hadir sebagai wajah lain seorang bocah, itu tak lebih lubang kecil bagi jalan panjang masa kecil yang penuh pemandangan menarik. Hingga waktu harus menyeret ingatan masa kecil ini kembali ke masa kini.

Begitulah waktu, seoalah membentangkan karpet panjang untuk kita lalui dan menuntun kita masuk kembali ke dalam ruang ingatan. Ruang ingatan adalah tempat penyimpanan artefak dari setiap hal yang telah sudah dan bertransformasi dari waktu ke waktu. Untuk masuk ke dalam ruang ingatan, seseorang tak perlu melakukan perjalanan berhari-hari atau bertahun-tahun cukuplah melihat suatu benda atau apapun yang berhubungan dengan masa lalu dan saat itu juga kita kembali ke dalam ruang ingatan. Menikmati setiap potongan adegan dan menyusupkan sedikit senyum, bahagia, tawa, duka, ataupun sesal yang tersimpan sampai sekarang. Begitulah waktu mentransformasikan sesuatu dari masa kini kembali ke masa lalu dalam bentuk ingatan. Ingatan adalah pesta dari pikiran. Pesta yang berisi perjamuan berbagai adegan hingga dansa gejolak perubahan bentuk tubuh. Pesta yang penuh hingar bingar. Pesta yang tak memiliki ruang untuk sendiri dan akhirnya harus mengalahkan hasrat hingar bingar itu. Waktu sering kita anggap sebagai kesatuan cahaya. Dalam cahaya akan ada pembagian terang dan bayangan. Terang adalah waktu yang akan datang dan bayangan adalah segala waktu yang sudah. Tetapi diantara terang dan bayangan ada sedikit yang lain dari kesatuan cahaya. Bias cahaya, terletak diantara terang dan bayangan. Bias ini adalah hal yang kadang luput dari pandangan. Dan bias waktu sendiri seperti sebuah hal yang tak terungkapkan atau tersirat.

Sesuatu yang tersirat, mungkin setiap orang memiliki satu hal tak terungkapkan dan akhirnya menjadi bias sang waktu. Bias waktu yang membuat kebimbangan untuk melihat terang masa yang akan datang atau kembali melihat jejak yang tertinggal pada bayangan masa yang sudah. Perihal tersirat, kehidupan ini memiliki segala hal menarik di balik sesuatu yang tersirat. Seperti sebuah pengalaman masa kecil dan bermain dengan hujan. Pengalaman masa kecil bagi orang yang telah tumbuh dan sedikit dibuat sibuk urusan kekinian adalah kebahagian yang teduh seperti sebatang pohon. Pohon yang ditanam dalam ingatan dan dipupuk dengan waktu. Mengingat pengalaman masa kecil seperti sedang berteduh di ladang pada siang hari, di tengah terik tuntutan menghidupi diri.

Tersirat juga kadang menjadi senjata paling aman untuk seseorang menikmati kebahagian. Tapi tidak untuk kisah cinta yang tersirat. Orang bisa saja berdalih mengutarakan untuk mencinta atau tidak mencinta terhadap rasa yang ada di dalam hatinya. Pastilah akan ada sesuatu yang tersirat untuk sebuah kisah cinta. Entah cinta yang tersirat nafsu atau yang lebih kejam persahabatan dengan tersirat rasa cinta. Dalam cinta yang tersirat nafsu bukanlah perkara tabu lagi untuk penikmat cinta itu sendiri. Nafsu dasar dalam cinta adalah perkara ingin memiliki. Cinta dalam balutan nafsu ini malah sering digunakan untuk melakukan sesuatu yang lebih, seperti melakukan cinta (bercinta). Bercinta sendiri lebih erat dalam hubungan antar fisik dan intim. Apakah salah jika dalam cinta tersirat nafsu? Mungkin tidak, begitu jika pertanyaan ini diberikan pada penikmat cinta. Lalu untuk persahabatan yang tersirat rasa cinta, ini seperti drama lain yang kadang berbuah penghianatan atau rusaknya sebuah persahabatan itu sendiri. Itu semua bisa saja menjadi kemungkinan yang terburuk. Karena tak semua yang tersirat itu berbuah hal buruk. Semua pasti ada hikmahnya. Pepatah pada setiap tertimpa kejadian yang buruk. Hikmah mungkin adalah bentuk lain dari sesuatu yang tersirat. Hikmah seperti sebuah pelajaran dari sebuah kejadian yang menjadikannya pengalaman dan hasil dari sebuah ujian hidup yang tak harus diungkapkan. Karena hikmah datang dari ingatan yang berdamai dengan keadaan untuk menjadikannya asa.

Hingga tiba waktu untuk menyadari bahwa sesuatu yang tersirat itu tak mudah untuk diungkapkan. Seperti pemuja rahasia, membiarkan satu dua hal untuk tetap tersirat dan membiarkan waktu untuk tetap menjadikannya ingatan. Seorang pemuja rahasia pasti tahu bahwa berkomitmen dengan tersirat adalah keharusan. Meski begitu pemuja rahasia akan menjadi penjaga ingatan yang baik dalam hidup. Karena hidup kadang hanya perlu memilih untuk diam atau bersuara. Meski mungkin orang lain tahu apa yang tersirat dari tingkah laku, cara bicara, dan segala remeh temehnya sebagai bukti ada sesuatu yang tersembunyi. Pemuja rahasia dapat selalu bersembunyi. Dalam sunyi dan dalam bayangan. Mengutarakan atau diam memang pilihan, tapi membiarkannya untuk tetap tersirat hanya akan menjadikannya aman dan tersimpan rapi dalam ruang ingatan. Ruang ingatan yang sunyi dan penuh kompromi. Tak ada pesta apalagi keramaian. Mengenaskan, hanya mampu seperti bayangan. Bayangan yang hitam.

Suatu saat ketika merapikan ruang ingatan yang penuh bayangan. Dan mendengarkan lirik lagu Pearl Jam yang berjudul Black akan dirasakannya gempa di ruang ingatan. Gempa yang merubuhkannya dengan jujur dan apa adanya. Yang akhirnya memaksa untuk bertanya.

I know someday you'll have a beautiful life,
I know you'll be a star in somebody else's sky, but why
Why, why can't it be, can't it be mine?