Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita
*****
Begitulah lirik lagu kemerdekaan yang biasa kita nyanyikan ketika mengikuti upacara bendera sebagai peringatan hari kemerdekaan bangsa ini. Dengan tata cara begitu khikmat, setiap pelaku yang turut ambil bagian dari peserta upacara seksama menyanyikan lagu peringatan ini. Lagu yang bercerita tentang pengingat tanggal kemerdekaan dan menonjolkan keteguhan menjaga kesatuan bangsa sebagai bagian dari Indonesia yang merdeka.
Tujuh belas Agustus, adalah hari dimana negeri ini mendeklarasikan kemerdekaannya di hadapan dunia. Dua orang menjadi tumpuan penegasan ini, Ir. H. Soekarno dan Dr. Drs. H. Mohammad Hatta. Dua orang yang berdiri dipanggung dan mewakili seluruh rakyat Indonesia untuk mendeklarasikan proklamasi negeri yang sebelumnya dikenal dengan Hindia-Belanda. Menegaskan Indonesia sebagai suatu bangsa yang merdeka. Setelah silih berganti negara ini diduduki negara asing dari Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Sebagai negara yang sebelumnya terjajah Indonesia terus menerima perlakuan yang merugikan seperti perbudakan dan perampasan kekayaan yang ada di dalamnya. Kekayaan yang begitu banyak, dari kekayaan pikiran, tenaga, ataupun segala simpanan alam yang terkandung di perut bumi Indonesia.
Setelah merdeka dengan proklamasi pada 17 Agustus 1945, bangsa ini belum sepenuhnya terbebas dan masih harus berjuang mempertahankan dan menjaga keutuhannya sebagai Indonesia yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dalam usaha mempertahankan Indonesia mengalami berbagai halangan dari kembalinya Belanda yang akan menjajah Indonesia hingga pemberontakan-pemberontakan dari pribumi sendiri yang tak sepaham dengan semboyan maupun ideologi bangsa ini, yaitu Pancasila. Meski begitu bangsa ini terus berjalan dan mampu bertahan. Entah dengan cara yang benar atau tidak, tapi negara ini masih berdiri dengan semboyan dan ideologi yang menjadi prioritas kebangsaannya.
Setelah semua kesempatan negeri ini terus berbenah diri untuk kemerdekaan yang setiap tahun dirayakan dan diperingati. Perayaan kemerdekaan biasa disebut dengan tujuh belasan. Tujuh belasan sendiri berisi berbagai kegiatan dan perlombaan. Masyarakat begitu antusias dalam merayakan gegap gempita pesta kemerdekaan. Mempercantik tampilan lingkungan dengan pemasangan berbagai umbul-umbul atau sepanduk berisi ucapan selamat untuk kemerdekaan Indonesia. Perayaan yang lebih besar adalah dengan kirab. Dimana setiap daerah ataupun sekolah diikutsertakan sebagai bagian dari simbolisasi bahwa negeri ini sudah benar-benar merdeka. Perayaan kemerdekaan biasanya berlangsung meriah dan melibatkan banyak orang. Seperti sebuah ulang tahun, perayaan kemerdekaan berlangsung dengan gempita. Tujuh belas, itu tanggal dimana perayaan kemerdekaan dilangsungkan. Seperti sebuah pesta ulang tahun tujuh belas, selalu menyajikan kemeriahan dan hingar bingar. Hanya sedikit kesamaan disana, tapi tetap saja perayaan begitu terstrukutur, sistematis, dan masif. Ah, itukan beda urusan. Perayaan kemerdekaan memang menyajikan hal-hal yang menarik dan pantas ditunggu. Meski sebetulnya perayaan kemerdekaan itu hanyalah bagian terkecil dari prosesi memperingati kemerdekaan.
Memperingati kemerdekaan adalah hal yang paling utama setelah bangsa ini merdeka. Tapi banyak diantaranya justru lebih menantikan perayaan dari sekedar memperingati. Peringatan akan kemerdekaan. Peringatan sendiri memiliki arti memberi ingatan. Maka peringatan kemerdekaan adalah memberi ingatan tentang merdeka. Merdeka itu bisa disama artikan dengan kebebasan dari penindasan bagaimanapun bentuknya. Dalam proses merdeka sendiri tak semudah mengucap kembali teks proklamasi yang dibacakan Ir. H. Soekarno dan Dr. Drs. H. Mohammad Hatta. Kata merdeka baru bisa terucap setelah perjuangan penuh keringat dan darah dalam waktu yang berpuluh-puluh tahun dalam setiap generasi. Karena perjuangan kemerdekaan berlangsung dalam beberapa generasi dan dalam penjajah yang berbeda. Bahkan kata merdeka belum sepenuhnya hadir sebagai sesuatu yang bermakna bebas pada sebagian kehidupan bangsa Indonesia. Masih banyak yang hidup dalam penindasan dan tanpa perlindungan sebuah negara. Kini dalam sebutan Negara Kesatuan Republik Indonesia, negara masih berjalan dalam keadaan autopilot atau berjalan secara otomatis tanpa peran layaknya sebuah negara. Yang mana negara memberi perlindungan dan memberi jaminan untuk berbagai hak sebagai manusia. Sebagai kesatuan yang tersirat dalam semboyan "Bhineka Tunggal Ika", yang mempunyai makna berbeda tetapi tetap dalam kesatuan. Kebhinekaan atau juga bisa disebut dalam perbedaan, bangsa ini dituntut untuk tetap menjaga keutuhanya sebagaimana negara ini terdiri dari berbagai suku, agama, maupun warna kulit. Hari-hari ini begitu banyak hal yang menggerus keutuhan dari kebhinekaan negeri ini. Mulai dari permasalahan kebebasan berkeyakinan hingga perampasan lahan tinggal atau lahan tani rakyat. Hingga kebebasan masih terasa sebagai kemewahan yang sulit untuk dinikmati.
Merdeka, meski kata itu telah terdengar serentak dan begitu gempita pada setiap peringatan 17 Agustus di hampir setiap pelosok daerah Indonesia. Kemerdekaan yang semestinya mampu merubah keadaan suatu bangsa untuk lebih menjamin hak setiap rakyat sebagai manusia. Tapi selama bangsa ini masih menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai sebuah prioritas dan peringatan kemerdekaan hanya sebagai kata pendamping untuk prosesi mengisi kemerdekaan. Merdeka yang seutuhnya masih jauh untuk dinikmati. Bangsa ini masih terlalu menganggap tujuh belas Agustus sebagai perayaan seperti ulang tahun ke tujuh belas.
Kini di angka ke 69 bangsa ini harus mulai menganggap untuk memperingatinya sebagai peringatan bukan lagi sebuah perayaan. Karena bangsa ini harus mulai mengingat kembali bagaimana bangsa ini harus berjuang untuk sekedar berteriak kata merdeka. 69 seperti sebuah pencerminan, dalam pencerminan kita bisa melihat rupa dan bayangan sendiri. 69 juga bisa seperti bentuk yin dan yang, yang mana memiliki arti keseimbangan. Keseimbangan untuk hari ini begitu penting, mengingatkan bahwa kesenjangan di negeri ini masih jelas terasa. Entah itu kesenjangan dalam bentuk sosial, ekonomi, maupun pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.
Pagi ini kita ikut upacara bersikap melawan lupa dan menyanyikan Indonesia Raya, Dirgahayu NKRI.
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita
*****
Begitulah lirik lagu kemerdekaan yang biasa kita nyanyikan ketika mengikuti upacara bendera sebagai peringatan hari kemerdekaan bangsa ini. Dengan tata cara begitu khikmat, setiap pelaku yang turut ambil bagian dari peserta upacara seksama menyanyikan lagu peringatan ini. Lagu yang bercerita tentang pengingat tanggal kemerdekaan dan menonjolkan keteguhan menjaga kesatuan bangsa sebagai bagian dari Indonesia yang merdeka.
Tujuh belas Agustus, adalah hari dimana negeri ini mendeklarasikan kemerdekaannya di hadapan dunia. Dua orang menjadi tumpuan penegasan ini, Ir. H. Soekarno dan Dr. Drs. H. Mohammad Hatta. Dua orang yang berdiri dipanggung dan mewakili seluruh rakyat Indonesia untuk mendeklarasikan proklamasi negeri yang sebelumnya dikenal dengan Hindia-Belanda. Menegaskan Indonesia sebagai suatu bangsa yang merdeka. Setelah silih berganti negara ini diduduki negara asing dari Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Sebagai negara yang sebelumnya terjajah Indonesia terus menerima perlakuan yang merugikan seperti perbudakan dan perampasan kekayaan yang ada di dalamnya. Kekayaan yang begitu banyak, dari kekayaan pikiran, tenaga, ataupun segala simpanan alam yang terkandung di perut bumi Indonesia.
Setelah merdeka dengan proklamasi pada 17 Agustus 1945, bangsa ini belum sepenuhnya terbebas dan masih harus berjuang mempertahankan dan menjaga keutuhannya sebagai Indonesia yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dalam usaha mempertahankan Indonesia mengalami berbagai halangan dari kembalinya Belanda yang akan menjajah Indonesia hingga pemberontakan-pemberontakan dari pribumi sendiri yang tak sepaham dengan semboyan maupun ideologi bangsa ini, yaitu Pancasila. Meski begitu bangsa ini terus berjalan dan mampu bertahan. Entah dengan cara yang benar atau tidak, tapi negara ini masih berdiri dengan semboyan dan ideologi yang menjadi prioritas kebangsaannya.
Setelah semua kesempatan negeri ini terus berbenah diri untuk kemerdekaan yang setiap tahun dirayakan dan diperingati. Perayaan kemerdekaan biasa disebut dengan tujuh belasan. Tujuh belasan sendiri berisi berbagai kegiatan dan perlombaan. Masyarakat begitu antusias dalam merayakan gegap gempita pesta kemerdekaan. Mempercantik tampilan lingkungan dengan pemasangan berbagai umbul-umbul atau sepanduk berisi ucapan selamat untuk kemerdekaan Indonesia. Perayaan yang lebih besar adalah dengan kirab. Dimana setiap daerah ataupun sekolah diikutsertakan sebagai bagian dari simbolisasi bahwa negeri ini sudah benar-benar merdeka. Perayaan kemerdekaan biasanya berlangsung meriah dan melibatkan banyak orang. Seperti sebuah ulang tahun, perayaan kemerdekaan berlangsung dengan gempita. Tujuh belas, itu tanggal dimana perayaan kemerdekaan dilangsungkan. Seperti sebuah pesta ulang tahun tujuh belas, selalu menyajikan kemeriahan dan hingar bingar. Hanya sedikit kesamaan disana, tapi tetap saja perayaan begitu terstrukutur, sistematis, dan masif. Ah, itukan beda urusan. Perayaan kemerdekaan memang menyajikan hal-hal yang menarik dan pantas ditunggu. Meski sebetulnya perayaan kemerdekaan itu hanyalah bagian terkecil dari prosesi memperingati kemerdekaan.
Memperingati kemerdekaan adalah hal yang paling utama setelah bangsa ini merdeka. Tapi banyak diantaranya justru lebih menantikan perayaan dari sekedar memperingati. Peringatan akan kemerdekaan. Peringatan sendiri memiliki arti memberi ingatan. Maka peringatan kemerdekaan adalah memberi ingatan tentang merdeka. Merdeka itu bisa disama artikan dengan kebebasan dari penindasan bagaimanapun bentuknya. Dalam proses merdeka sendiri tak semudah mengucap kembali teks proklamasi yang dibacakan Ir. H. Soekarno dan Dr. Drs. H. Mohammad Hatta. Kata merdeka baru bisa terucap setelah perjuangan penuh keringat dan darah dalam waktu yang berpuluh-puluh tahun dalam setiap generasi. Karena perjuangan kemerdekaan berlangsung dalam beberapa generasi dan dalam penjajah yang berbeda. Bahkan kata merdeka belum sepenuhnya hadir sebagai sesuatu yang bermakna bebas pada sebagian kehidupan bangsa Indonesia. Masih banyak yang hidup dalam penindasan dan tanpa perlindungan sebuah negara. Kini dalam sebutan Negara Kesatuan Republik Indonesia, negara masih berjalan dalam keadaan autopilot atau berjalan secara otomatis tanpa peran layaknya sebuah negara. Yang mana negara memberi perlindungan dan memberi jaminan untuk berbagai hak sebagai manusia. Sebagai kesatuan yang tersirat dalam semboyan "Bhineka Tunggal Ika", yang mempunyai makna berbeda tetapi tetap dalam kesatuan. Kebhinekaan atau juga bisa disebut dalam perbedaan, bangsa ini dituntut untuk tetap menjaga keutuhanya sebagaimana negara ini terdiri dari berbagai suku, agama, maupun warna kulit. Hari-hari ini begitu banyak hal yang menggerus keutuhan dari kebhinekaan negeri ini. Mulai dari permasalahan kebebasan berkeyakinan hingga perampasan lahan tinggal atau lahan tani rakyat. Hingga kebebasan masih terasa sebagai kemewahan yang sulit untuk dinikmati.
Merdeka, meski kata itu telah terdengar serentak dan begitu gempita pada setiap peringatan 17 Agustus di hampir setiap pelosok daerah Indonesia. Kemerdekaan yang semestinya mampu merubah keadaan suatu bangsa untuk lebih menjamin hak setiap rakyat sebagai manusia. Tapi selama bangsa ini masih menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai sebuah prioritas dan peringatan kemerdekaan hanya sebagai kata pendamping untuk prosesi mengisi kemerdekaan. Merdeka yang seutuhnya masih jauh untuk dinikmati. Bangsa ini masih terlalu menganggap tujuh belas Agustus sebagai perayaan seperti ulang tahun ke tujuh belas.
Kini di angka ke 69 bangsa ini harus mulai menganggap untuk memperingatinya sebagai peringatan bukan lagi sebuah perayaan. Karena bangsa ini harus mulai mengingat kembali bagaimana bangsa ini harus berjuang untuk sekedar berteriak kata merdeka. 69 seperti sebuah pencerminan, dalam pencerminan kita bisa melihat rupa dan bayangan sendiri. 69 juga bisa seperti bentuk yin dan yang, yang mana memiliki arti keseimbangan. Keseimbangan untuk hari ini begitu penting, mengingatkan bahwa kesenjangan di negeri ini masih jelas terasa. Entah itu kesenjangan dalam bentuk sosial, ekonomi, maupun pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.
Pagi ini kita ikut upacara bersikap melawan lupa dan menyanyikan Indonesia Raya, Dirgahayu NKRI.
Posting Komentar