Bukan superman namanya jika tidak bisa terbang di langit yang luas. Manusia pada normalnya pun bisa juga terbang, walau itu semua sekedar angan. Angan memang kadang bisa menjadikan manusia normal pada umumnya menjadi seorang superman. Superman yang bisa terbang dengan tinggi, tetapi saat kenyataan datang superman hanya akan menjadi batu di jalanan.

Manusia. Makhluk hidup yang dikatakan paling sempurna. Karena mereka memiliki rasa dan karya.Tak seperti halnya hewan yang hidup bermodal naluri, manusia memiliki bekal untuk bertahan hidup berupa karya. Karya bisa saja berupa peraga, jasa, atau seni. Manusia berkarya untuk diri mereka sendiri atau membantu memecahkan segala sesuatu disekitarnya. Karya yang merupakan produk manusia terbukti juga diikuti dengan sebuah hal yang dikatakan sebagai proses. Untuk proses ini manusia melewatinya dengan keberhasilan dan juga keterpurukan. Dan kadang rasa, ikut campur dalam hal yang berurusan dengan hasil. Ketika berhasil rasa akan muncul berupa kepuasan atau kebanggaan. Sementara ketika keterpurukan atau kegagalan yang datang sebagai hasil bisa saja menimbulkan rasa kecewa atau yang lebih buruk adalah putus asa.

Bicara tentang proses mungkin banyak yang beranggapan jika proses hanyalah perihal menjalani dan menunggu hasilnya. Namun tanpa disadari proses adalah sebuah hal yang paling menentukan sebuah hasil. Kita bisa berbicara burung terbang, dimana terbang adalah proses dari kepakan burung yang memberi dorongan untuk tetap di udara dan tak terjatuh. Seperti itu juga proses pada manusia yang ingin meraih hasil. Dalam berproses manusia mempunyai dua hal yang menjadi bagian dari proses.

Bagian pertama dari berproses adalah usaha. Jika berproses diartikan sama seperti sebuah perjalanan. Maka usaha bisa dikatakan adalah langkah manusia menuju tempat tujuan. Yang bisa saja dengan berjalan pelan, berlari, atau bisa saja terjatuh. Tetapi dengan terus melangkah tujuan akan semakin mendekat. Sementara itu bagian kedua dari berproses adalah berdoa. Berdoa sama dengan arah dalam perjalanan. Dalam sebuah perjalanan dua hal ini begitu berkaitan dan saling melengkapi. Manusia bisa saja melangkah, tetapi tanpa arah semua itu hanya akan berujung pada jalur yang salah atau bisa saja tersesat. Sementara tanpa langkah, semua tak akan bisa tercapai walau arah dan segala hal yang lain sudah terencana.

Mungkin sudah terlalu sering jika seseorang mengatakan bahwa dalam hidup harus ada perjuangan. Walau mungkin kadang pada satu waktu ada hal yang terjadi diluar dari apa yang bisa dilakukan. Orang-orang menyebutnya keberuntungan. Lantas apakah keberuntungan ini bisa manusia rencanakan? Mungkin saja bisa atau mungkin tidak. Setelah berproses dengan usaha dan doa. Segala hal bisa terjadi. Entah itu berbuah keberhasilan atau keterpurukan ada bagian yang telah kita lalui yaitu proses. Perjalanan akan terasa berarti bukan karena kita sampai ditujuan. Tapi bagaimana dan apa yang dilalui hingga sampai di tempat itu. Keberuntungan hanya buah durian jatuh dari pohon dan saat itu kita sedang melintas di dekatnya, bisa saja kita makan durian itu atau diberikan kepada pemilik pohonnya. Jadi bagaimanapun nikmatnya durian jika itu hanyalah keberuntungan, itu tak akan pernah sama rasanya dengan berjalan di bebukitan untuk tiba di pantai pasir putih dengan segala ombak yang menyapanya.

Kita bukan superman yang bisa terbang untuk kesuatu tempat dengan cepat. Kita hanya manusia biasa yang berjalan untuk kesuatu tempat. Kadang bisa terjatuh. Tetapi itu hanya jatuh bukan sebuah kematian yang harus menghentikan perjalanan. Bangkit dan teruskan perjalanan atau sekedar istirahat untuk mengobati luka adalah hal yang bisa kita lakukan.

Sebanyak apapun terjatuh, ingatlah ada lebih banyak kebangkitan yang menunggu. Hingga pada akhirnya kita bisa menikmati perjalanan dengan cerita bahwa hidup ini adalah proses yang masih berjalan.