Mari belajar apa yg namanya demokrasi. Jika masih mengingat dulu pelajaran sekolah, demokrasi selalu bercerita bahwa memiliki asas "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat". Pada kenyataannya negara ini menuntut rakyat untuk menentukan wakil mereka melalui pemilu. Dengan pemilu rakyat dituntut untuk memilih wakil mereka. Wakil yang memiliki kuasa atas nama rakyat. Tetapi ketika pilihan dari rakyat tak selalu berpihak pada kepentingan rakyat. Mungkin karena sistem negara ini hanya berupa perwakilan bukan keseluruhan. Timpang tindih kepentingan selalu tertuju di pusat, daerah hanya menjadi bagian. Karna pusat adalah wakil dari daerah. Jika anda sadar negara ini hanya membangun sistem untuk kepentingan segala hal mengatasnamakan rakyat. Jadi pesan singkat saya sampaikan bahwa pada pemilu hanya memilih wakil rakyat, "Wakil rakyat bukanlah rakyat".